ochimath

Just another WordPress.com site

MANUSIA, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Sebagaimana kita maklumi, manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna keadaannya. Selain diberi bentuk atau rupa yang paling baik dan sempurna, ia masih juga dibekali dengan kemampuan akalnya. Dengan dibekali kemampuan akal inilah manusia mampu menciptakan berbagai macam peralatan hidup, menciptakan berbagai pengetahuan, membentuk masyarakat, menyelenggarakan pemerintahan, melakukan praktik jual beli atau perdagangan, melaksanakan peribadatan, menciptakan kesenian atau hiburan, dan lain-lain. Singkat kata, manusia dengan bekal kemampuan akal atau budinya itu, mereka mampu menciptakan berbagai macam kebudayaan atau peradaban.

Ilmu Pengetahuan, teknologi dan seni atau biasa disingkat Ipteks adalah salah satu contoh dari hasil olah pikiran atau akal atau budi manusia yang kemudian disebut dengan nama kebudayaan. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan umat manusia itu sendiri berbagai macam hasil-hasil kebudayaan manusia ini terus berkembang hingga kini. Ipteks sebagai salah satu hasil dari kebudayaan manusia itu juga terus berkembang, terlebih lagi pada era sekarang ini, di mana Ipteks telah mencapai tahapan perkembangan yang sangat spektakuler. Pencapaian Ipteks yang sangat pesat tersebut, misalnya saja yang terjadi di bidang teknologi informasi dan komunikasi, mengakibatkan seakan-akan dunia ini tanpa mengenal batas, yakni baik dalam pengertian teritorial, ekonomi, politik, sosial-budaya, agama, pendidikan, dan lain-lain.

Dengan tanpa batasnya dunia serta diperpendeknya jarak akibat kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi itu pula, seakan-akan dunia yang kita pijak ini semakin kecil, pendek, dan sempit saja. Oleh karena dengan mengakses informasi dan komunikasi, kita dengan mudahnya dapat mengubah jarak yang tadinya jauh menjadi semakin dekat, wilayah yang tadinya terasa luas menjadi semakin sempit, persoalan yang tadinya sulit menjadi semakin mudah, serta masalah yang tadinya erat menjadi semakin ringan. Dari uraian di atas, penulis merasa perlu mengetahui lebih dalam tentang manusia, teknologi, dan pendidikan itu sendiri. Maka makalah ini penulis beri judul “Manusia, Teknologi, dan Pendidikan”.

B.     Perumusan Masalah

    1. Apa yang dimaksud dengan manusia?
    2. Apa yang dimaksud dengan teknologi?
    3. Apa yang dimaksud dengan pendidikan?
    4. Bagaimana hubungan manusia dengan teknologi?
    5. Bagaimana hubungan manusia dengan pendidikan?
    6. Bagaimana karakteristik manusia, teknologi dan pendidikan masa depan?
    7. Bagaimana upaya mengantisipasi masyarakat masa depan dalam upaya pendidikan?
  1. C.    Tujuan Penulisan
    1. Mengetahui pengertian manusia, teknologi, dan pendidikan
    2. Mengetahui hubungan manusia dengan teknologi
    3. Mengetahui hubungan manusia dengan pendidikan
    4. Mengetahui upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan
  1. D.    Manfaat Penulisan
    1. Mahasiswa dapat memahami tentang ilmu dan teknologi, serta kegunaannya dalam kehidupan manusia
    2. Mahasiswa dapat memahami kedudukan manusia dalam teknologi dan pendidikan
    3. Mahasiswa dapat memahami ciri-ciri manusia, teknologi dan pendidikan masa depan
    4. Mahasiswa dapat mengantisipasi masyarakat masa depan dalam upaya pendidikan

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Manusia

Pada hakikatnya manusia merupakan makhluk yang berfikir, merasa, bersikap dan bertindak.

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.

 

  1. B.     Pengertian Teknologi

Teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis.

Untuk membatasi pengertian teknologi yang luas, maka pengertian teknologi dapat dikelompokan sebagai berikut:

  • Teknologi sebagai barang buatan. Tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti memiliki kelemahan. Kelemahan yang ada pada diri manusia itu kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar kelemahan yang dimiliki manusiapun menjadi sedikit berkurang. Tetapi barang-barang buatan tidak hanya terbatas pada kelemahan manusia saja tetapi sesuatu yang tadinya belum terpikirkan.
  • Teknologi sebagai kegiatan manusia. Kegiatan manusia tidak lepas dari kegiatan membuat dan menggunakan. Kegiatan manusia itu merupakan bentuk dari teknologi itu sendiri.
  • Teknologi sebagai kumpulan pengetahuan. Kegiatan membuat dan menggunakan pasti tidak akan lepas dari ilmu membuat (produk) dan ilmu menggunakan (komsumsi). Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari pengetahuan yang didapat manusia dari berbagai sumber.
  • Teknologi sebagai kebulatan sistem. Pembahasan yang bulat dan menyeluruh akan tercapai kalau teknologi ditinjau sebagai suatu sistem. Ini berarti teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsure-unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam lingkungan sistem itu sendiri.
  1. C.    Pengertian Pendidikan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:232), pendidikan berasal dari kata “didik”, lalu diberikan awalan kata “me” sehingga  menjadi “mendidik” yang artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pemikiran.

Menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Sedangkan menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

  1. D.    Hubungan Manusia dengan Teknologi

Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia. Maka tanpa adanya manusia teknologi tidak akan ada.  Teknologi diciptakan manusia sebagai instrumen dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Teknologi merupakan suatu fenomena sosial. Oleh karena itu tanpa manusia, tanpa masyarakat, teknologipun tiada.

Teknologi diciptakan manusia melalui penerapan (exercise) budidaya akalnya. Manusia harus mendayakan akal pikirannya dalam me-reka teknologi berdasarkan rasio (nalar) dan kemudian membuatnya, merekayasanya, menjadi suatu produk yang kongkrit. Jadi perlu penerapan rekayasa dalam menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi kemudian akan membantu manusia dalam merekayasa. Inter-relasi dan interaksi antara rekayasa dan teknologi sering sulit dipahami karena seakan terjadi secara obvious atau terjadi sepenuhnya dilatar belakang sehingga luput dari pengamatan. Maka untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari peran rekayasa dalam penciptaan teknologi dan sebaliknya, perlu digresi sebentar sampai pada saat asal mula terbentuknya masyarakat manusia.

  1. E.     Hubungan Manusia dengan Pendidikan

Pendidikan adalah proses penyesuian diri secara timbal balik antara manusia dengan alam, dengan sesama manusia atau juga pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral, intelektual, dan jasmaniah manusia oleh dan untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat yang ditujukan untuk kepentingan tersebut dalam hubungannya dengan Sang Maha Pencipta sebagai tujuan akhir.

Pendidikan mutlak harus ada pada manusia, karena pendidikan merupakan hakikat hidup dan kehidupan. Pendidikan berguna untuk membina kepribadian manusia. Dengan pendidikan maka terbentuklah pribadi yang baik sehingga di dalam pergaulan dengan manusia lain, individu dapat hidup dengan tenang. Pendidikan membantu agar tiap individu mampu menjadi anggota kesatuan sosial manusia tanpa kehilangan pribadinya masing-masing.

Pada hakikatnya pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, yakni keluarga, masyarakat, dan sekolah/ lembaga pendidikan. Keluarga sebagai lembaga pertama dan utama pendidikan, masyarakat sebagai tempat berkembangnya pendidikan, dan sekolah sebagai lembaga formal dalam pendidikan. Pendidikan keluarga sebagai peletak dasar pembentukan kepribadin anak.

  1. F.     Perkiraan Masyarakat Masa Depan
    1. Perkembangan Ipteks makin cepat
    2. Perkembangan arus informasi makin padat dan cepat
    3. Kecenderungan globalisasi makin kuat
    4. Tuntutan layanan profesional

Era pasar bebas sangat mungkin dapat menjadi lahan empuk bagi masyarakat/ bangsa yang siap bermitra dan berkompetisi pada aneka penalaran kehidupan dan penghidupan. Ketika bangsa Indonesia dilanda krisis ekonomi sejak pertengahan tahun 1997 dan diikuti oleh multi krisis lain, termasuk krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan dunia usaha, tidak relevan lagi untuk secara konotatif mempersepsi kemiskinan sebatas dari perspektif ekonomi saja. Pada multi tataran perilaku sosial dan kemanusiaan sebagian dari bangsa kita benar-benar miskin, ditandai dengan perilaku mengabnormalkan normalitas atau sebaliknya menormalkan abnormalitas.

Permasalahan multidimensi :

  1. Muncul standar di segala bidang, misalnya :
  2. ajakan untuk pemberantasan korupsi, korupsi malah merajalela
  3. ajakan disiplin kerja, disiplin kerja malah melorot
  4. ajakan berperilaku secara moral, malah terjadi pelanggaran moral
  5. ajakan pembaruan, malah mempertahankan statusquo
  6. kampanye persamaan jender, malah terjadi perkosaan, kekerasan, pelecehan seksual dan sebagainya
    1. Di dunia pendidikan terjadi penjungkir-balikan norma edukasi, dan akademik, misalnya : pemalsuan nilai, budaya nyontek, sekedar mencari ijazah dan bukan mencari ilmu, tak mau dikritik, dan sebagainya
    2. Penjungkir-balikan nilai HAM, misalnya : halal/ haram ukurannya dapat atau tidaknya memiliki
    3. Ketertiban umum makin tak terbentuk, baik di pasar, jalan raya, tempat-tempat rekreasi, dan lain-lain
    4. Ketidak pedulian elit penguasa dan elit politik atas kepentingan rakyat, misalnya : mereka malah minta dilayani, bukannya melayani
    5. Pencurian, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, dan lain-lain semakin meraja lela sehingga masyarakat menjadi resah dan tak nyaman
    6. Mass media dalam mengemas berita dan pesan-pesan sesuka hati, bahkan menelanjangi pribadi seseorang, sehingga terkesan terlalu bebas.
    7. G.    Upaya Pendidikan dalam Mengantisipasi Masa Depan
      1. Tuntutan bagi manusia masa depan :
        1. Pengembangan kehidupan secara pribadi antara lain : Memperkuat dasar keimanan dan ketaqwaan, membiasakan untuk berperilaku yang baik, memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar, memelihara kesehatan jasmani dan rohani, dan memberikan kesempatan dan kemampuan untuk belajar
        2. Pengembangan kehidupan sebagai anggota masyarakat, antara lain: memperkuat kesadaran hidup beragama dalam masyarakat, menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam masyarakat, dan memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan dalam masyarakat
        3. Pengembangan kehidupan sebagai warganegara, antara lain: mengembangkan perhatian pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warganegara yang baik, menanamkan rasa ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan negara, dan memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang diperlukan untuk berperan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
        4. Pengembangan kehidupan sebagai umat manusia, antara lain: meningkatkan harga diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, meningkatkan kesadaran tentang HAM, memberikan pengertian tentang ketertiban dunia, dan  meningkatkan kesadaran pentingnya persahabatan antar bangsa.
  7. Upaya mengantisipasi masa depan
    1. Perubahan nilai dan sikap
    2. Pengembangan kebudayaan
    3. Pengembangan sarana pendidikan

BAB III
PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan

Manusia adalah makhluk yang berfikir, merasa, bersikap dan bertindak. Teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis. Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia. Maka tanpa adanya manusia teknologi tidak akan ada.  Teknologi diciptakan manusia sebagai instrumen dalam usaha memenuhi kebutuhannya.

Pendidikan mutlak harus ada pada manusia, karena pendidikan merupakan hakikat hidup dankehidupan. Pendidikan berguna untuk membina kepribadian manusia. Dengan pendidikan maka terbentuklahpribadi yang baik sehingga di dalam pergaulan dengan manusia lain, individu dapat hidup dengan tenang.

Perkiraan masyarakat masa depan:

  1. Perkembangan Ipteks makin cepat
  2. Perkembangan arus informasi makin padat dan cepat
  3. Kecenderungan globalisasi makin kuat
  4. Tuntutan layanan profesional

Upaya mengantisipasi masa depan:

  1. Perubahan nilai dan sikap
    1. Pengembangan kebudayaan
    2. Pengembangan sarana pendidikan
    3. B.     Saran

Sebagai manusia masa depan kita sebagai mahasiswa harus paham apa itu teknologi dan pendidikan. Kita harus menguasai kedua hal tersebut. Harus paham dan tanggap terhadap perubahan jaman dan tantangan masa depan. Serta harus siap dengan segala upaya-upaya untuk menghadapi permasalahan tentang teknologi dengan pendidikan yang kita miliki.

DAFTAR PUSTAKA

Herimanto & Winarno. 2008. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta : Bumi Aksara

Suwarno. 2011. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Surakarta : Qinant

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: